Referensi yang dibutuhkan:
ASME Code B31.3
Tabel Dimensi Steel Pipe (seamless & welded pipe) menurut ANSI B36.10

Data design yang dibutuhkan:
– Operating pressure (P) – dalam PSi (pound per square inch)
– Operating temperature – max & min (T) – dalam Fahrenheit
– Pipe diametre (D) – dalam Inch sesuai NPS (nominal pipe size)
– Pipe material, see ASME Code b31.3 – Appendix A – Table A1, gunakan data operating temperature yang ada yang, cocokkan dengan material selection pada tabel.

Rumus Pipe Wall Thickness menurut ASME Code B31.3 – 2002 :

t = _____P.D_____
2 (S.E.W + P.Y)

Nilai S (basic allowable stress) didapat dari tabel Appendix A, pilih nilai S sesuai material terpilih tadi.
Apabila temperatur dan nilai S yang dimaksud berada di antara 2 nilai temperatur & S yang tersedia pada tabel, maka gunakan Metode Interpolasi untuk mendapatkan persisnya nilai S sesuai operating temperatur design.
Rubah nilai S pada tabel yang bersatuan KSi ke PSi dengan cara dikalikan 1000.

Nilai W (weld joint strength reduction factor) didapat dari ASME Code B31.3 tabel 302.3.4: longitudinal weld joint quality factor. Ketahui apakah pipa anda dimanufajtur dengan cara apa, pilih sesuai tabel yang merujuk pada nilai W nya. Apabila pipa anda adalah pipa seamless maka nilai W nya adalah 1.0

Nilai E (weld joint quality factor) didapat dari ASME Code B31.3 – Appendix A – tabel A.1B: basic quality factors for longitudinal weld joints in pipes, tubes and fittings.
Dapatkan nilai E pada tabel menurut material pipe yang ada pilih tadi, misalnya pipe A106 – seamless : nilai E nya adalah 1.0

Nilai Y didapatkan dari ASME Code B31.3 tabel 304.1.1 (values coefficient Y for t<D/6). Lihat menurut Operating temperature design dan karakter material terpilih (apakah ferritic, austenitic, atau sesuai pada table). Misalnya A106 adalah ferritic dengan Operating temperature 900 derajat Fahrenheit atau lebih rendah, maka nilai Y nya adalah 0.4
Apabila nilai t yang didapatkan nanti > atau = D/6, maka ketentuan seperti tertulis di bawah tabel berlaku.

Setelah semua nilai di atas didapatkan, maka rumus menentukan wall thickness tadi dapat digunakan.
Nilai yang didapatkan nanti adalah bersatuan Inch. Nilai tersebut kemudian dikonversikan ke Millimeter dengan cara dikalikan 25,4.

Setelah mendapatkan nilai t, maka nilai C (corrosion allowance) bisa ditambahkan ke dalamnya apabila material terpilih anda tadi adalah material yang dapat berkarat. Misalnya untuk A106 – carbon steel, nilainya adalah 1/16 inch atau dikonversikan ke millimeter = 1.6mm.
Misalnya anda mendapatkan nilai t= 5.49mm, maka 5.49 + 1.6 = 7.06mm.

Setelah nilai t tersebut didapatkan maka perlu pula dimasukkan nilai toleransi kekeliruan dalam proses manufaktur pipa, dapat diberikan 0.3mm.
Misalnya 7.06 + 0.3 = 7.36mm.

Setelah itu, anda dapat mencocokkan nilai t tersebut pada Tabel Dimensi Steel Pipe (seamless & welded pipe) menurut ANSI B36.10, sesuaikan dengan standar pipa pabrikan yang ada tersebut.
Misalnya telah ditentukan tadi bahwa pipa anda adalah 12 inch, dengan t berdasarkan perhitungan adalah 7.36mm. Pada tabel terdapat nilai wall thickness pabrikan adalah 6.35mm (schedule 20), 8.38mm (schedule 30) dsb. Maka anda harus memilih Schedule 30, karena tidak boleh kurang dari 7.36mm yang sesuai perhitungan.

Dengan demikian Pipa anda adalah:
Pipa NPS 12″ Schedule 30 – ASTM A106.

NB:
Untuk perhitungan yang lebih akurat akan dilakukan lebih lanjut dengan memperbandingkan Pressure dan Temperature. Tetapi di sini saya menuliskan cukup sampai cara di atas.

Selamat Mencoba.