“Sekalipun kitab-kitab Nikaya memperlihatkan bahwa mahkota ajaran–ajaran Buddha terletak dalam jalan menuju pembebasan akhir dari penderitaan, akan merupakan kesalahan untuk mempersempit ajaran-ajaran tersebut, yang begitu beragam dalam sumber aslinya, menjadi puncak adiduniawinya saja. Kita lagi-lagi harus mengingat pernyataan bahwa sosok Buddha muncul demi kesejahteraan serta kebahagiaan para dewadan manusia. Fungsi sesosok Buddha adalah menemukan, menyadari dam membabarkan Dhamma dalam segala aneka dimensinya. Sosok Buddha tidak hanya mencapai keadaan nirkondisi dari kebahagiaan sempurna yang berada¬† di luar samsara, di luar batas kelahiran, penuaan dan kematian; Beliau tidak saja membabarkan jalan menuju pencerahan penuh serta pembebasan akhir, namun Beliau juga memperjelas pelbagai cara penerapan Dhamma dalam kondisi rumit dari kehidupan manusia bagi orang-orang yang masih terbenam dalam dunia ini.”

dikutip dari kitab Tipitaka Tematik – Sabda Buddha dalam Kitab Suci Pali

Bab IV: Kebahagiaan yang Tampak dalam Kehidupan Ini, pendahuluan, paragraf ke-3, halaman138.

Nikaya: catatan mengenai pengajaran dan pembahasan oleh Buddha

4 kitab utama Nikaya:

1. Digha Nikaya: Himpunan Ajaran Panjang, dengan 34 sutta yang disusun dalan 3 vagga atau buku.

2. Majjhima Nikaya: Himpunan Ajaran Panjang Menengah, dengan 152 suttayang disusun dalam 2 vagga.

3. Samyutta Nikaya: Himpunan Ajaran Sinambung , dengan hampir 3 ribu sutta pendek yang dikelompokkan kedalam 56 bab yang disebut samyutta, yang selanjutnya dikumpulkan dalam 5 vagga.

4. Anguttara Nikaya: Himpunan Ajaran Berbilangan (atau mungkin ‘ajaran bertahap’), dengan sekitar 2400 sutta pendek yang disusun dalan 11 bab yang disebut nipata.

Sutta: ajaran-ajaran Buddha, dalam bahasa Sansekerta padanannya Sutra.

Dhamma: Azas kosmik kebenaran, keberaturan hukum, serta kebajikan yang ditemukan, diselami serta diajarkan Buddha; ajaran Buddha sebagai ungkapan dari azas tersebut; ajaran yang menghasilkan pencerahan dan pembebasan.

Samsara: Secara harafiah berarti ‘pengembaraan’, yaitu untaian kelahiran ulang tanpa awal yang diketahui, yang tetap ada karena kekelirutahuan dan nafsu keinginan.