Sebuah slogan ‘arsitektur pintar’ diperuntukkan bagi arsitektur yang mengangkat ‘green challenge’ sebagai landasan inovasi. Pintar selalu baik dan tidak pernah pesimistis. Pintar itu lembut dan elegan. Sebagai sebuah konsep, arsitektur pintar lebih luas dari pemeliharaan dan lingkungan hidup.

Arsitektur pintar pastilah tanggap terhadap lingkungan, tidak hanya dalam hal melindungi lingkunga kita tapi juga dalam hal efisiensi energi dan material.

Arsitektur pintar memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

1. Interaktif.

Sebuah bangunan pintar menampilkan dirinya sebagai wajah antara penggunanya dan lingkungan sekitar. Ia memediasi antara tuntutan dan keinginan pengguna dengan lingkungan. Untuk itu ia berlaku secara cerdas dengan menggunakan sensornya untuk menyimpan memori dan belajar.

2. Efisien

Dengan kata lain menghasilkan lebih dengan menggunakan sedikit. Pada kondisi tertentu mungkin yang ringan dan bersifat temporer lah yang efisien, tapi pada kondisi lain mungkin yang berat dan tahan lama lah yang efisien. Tergantung manfaat dan tujuannya.

3. Selalu berdasarkan waktu

Pada siklus waktu yang berbeda, arsitektur pintar bereaksi terhadap urgensi kebutuhan pengguna yang berubah-ubah, kondisi iklim, perubahan fungsi dan perkembangan sosial.

4. Berdasarkan sistem

Arsitektur pintar selalu akan berhubungan kembali, berevolusi, berpola pikir jaringan dan menampilkan perilaku yang jamak.

5. Alami

Arsitektur pintar ’berbicara’ mewakili dirinya sendiri, belajar dari alam dan menggunakannya sat dibutuhkan. Ia tidak memandang teknologi sebagai musuh alam tetapi sebagai sekutu alami.

Disimpulkan dari bagian pendahuluan Buku Smart Architecture, Ed van Hinte, Marc Neelen, Jacques Vink, Piet Vollaard.