Aku serius, kutanya dirimu sekarang:
Seramkah kini wajahku
sehingga takut sudah kau menghampiriku?
Atau menakutkankah gelagatku
sehingga kau kini takut duduk di dekatku?
Mungkin malah tatapanku terlalu menusuk
sehingga kau tak lagi melihat sesuatu di situ?

Kuakui aku marah, aku cemburu.
Mungkin memang aku menyeramkan.
Tapi hembusan nafasku selalu lembut,
masih dari hatiku yang dulu.
Aku menyayangimu masih dengan hatiku.

Balikpapan, 23 Mei 2006