Ah, kamu memang tidak jelas.
Awalnya datang dengan semangat
dan berapi-api tumpahkan nuansa di hatimu.
Kemudian dengan prasangka
kau merajuk lalu menjadi samar.

Tapi di satu saat yang tak kusangka
kau tiba-tiba nampak
dengan suasana yang lalu.
Dan hanya dalam sekejap
kau pun tak terasa lagi.

Huh! Sekarang kau lagi-lagi muncul.
Tapi aku masih samar menatapmu
karena kau tidaklah jelas.
.
Sangatta, 7 November 2006