Beberapa bulan lalu ada film fiksi ilmiah baru yang ingatkan aku lagi tentang ide transportasi manusia melalui kabel optik atau dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Mungkin sudah pernah ada film atau tulisan atau sejenisnya yang punya ide ini, sayangnya saya ga tahu keberadaan mereka.

Dasar munculnya ide ini ada 2 dan cukup sederhana. Pertama, kalau suara atau audio dan gambar atau video bisa di dikirim dengan cara tersebut, kenapa manusia tidak? Well, sudah ada banyak bantahan teman dengan alasan-alasan masing-masing yang mau mentahkan ini. Tapi ada dasar ide kedua, yaitu energi. Hukum energi: “energi dapat berpindah, dapat dirubah bentuknya, tapi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Nah lho!!!

Batu yang dalam keadaan diam pun memiliki energi potensial. Batu diam itu kalau digelindingkan akan mengandung energi. Mau rasakan energinya? Coba aja rasakan hantamannya. Coba biarkan batu itu di bawah terik matahari maka ada energi baru yang muncul. Mau tahu energinya? Coba sentuh dan rasakan panasnya. Berarti memang energi dapat berpindah dan dirubah kan? Iya dong. Ia hanya butuh sesuatu bantuan atau juga katalis untuk terlaksananya perpindahan atau perubahannya.

Seperti halnya batu, tubuh manusia juga adalah energi dan mengandung energi. Gimana cerita aplikasinya teorinya pada manusia yang notabene makhluk hidup? Yang adalah mesin biologi, yang mesin tersebut harus beroperasi normal agar ia tetap bisa dikatakan manusia hidup? Saya yakin itu bisa diaplikasikan terhadap manusia. Bayangkan tubuh kita, manusia, dirubah menjadi sesuatu yang bisa dikirimkan melalui fiber optik. Sesampainya di destinasi dapat dikembalikan menjadi mesin biologi manusia yang normal lagi.

Tapi proses transformasi itu butuh alat tentunya. Nah, alat inilah yang jadi inti kesuksesan ide ini. Mari kita tidak hanya berfikir bahwa alat tersebut pastilah berupa mesin hi-tech. Gimana seandainya si pembuat transformasi tersebut malah berupa unsur kimia alam sederhana yang tidak perlu rekayasa engineering tingkat tinggi untuk diciptakan? Satu yang wajib dimiliki oleh transformer tersebut: wajib bisa merubah dan mengembalikan ke kondisi awal tanpa cacat atau efek jangka pendek maupun jangka panjang yang bisa merusak mesin biologi manusia.

Saya yakin transportasi, pengiriman atau teleportasi manusia di masa akan datang akan bisa dilakukan lewat fiber optik atau gelombang elektromagnetik. Pasti hanya butuh setidaknya 2 detik untuk proses teleportasi manusia Indonesia ke Inggris. Pertanyaannya adalah apakah saya dan kita semua yang ada sekarang masih akan hidup untuk saksikan atau malah alami itu? Semoga masih.

Salam,

Mikha, 1 Januari 2015, jam 15:07 WITA, masih di Balikpapan.