Bulan lalu saya berdebat seru dengan teman tentang nasib kertas di 100 tahun yang akan datang. Sebagai futuristis optimistis pastilah saya yakin kertas akan sangat tidak sepenting sekarang di masa nanti. Kataku pabrik kertas paling hanya akan bertahan sampai 50 tahun yang akan datang. Nanti cukup industri rumahtangga yang membuat kertas karena permintaannya akan sangat sedikit dan itu pun paling kertas jenis artistik aja yang akan diperlukan.

Dasar pemikiranku simpel aja: teknologi modern akan menemukan media lain pengganti kertas, dan tentunya akan lebih praktis dari kertas. Gimana seandainya tulisan tidak perlu lagi dicetak atau dibuat diatas kertas? Cukup ketik dan simpan. Kalau mau lihat ya buka file saja. Apa sesederhana itu? Iya memang sesederhana itu. Nanti bumi akan dikuasai generasi manusia yang tidak biasa melakukan ‘ritual’ print, dan sekarang pun sudah mulai banyak. Coba sadari aja deh, dulu kalau mau baca file rasanya lebih afdol kalau diprint. Tapi sekarang rasanya ga perlu lagi ah, malas! Kan juga aturan kantor tuk hemat kertas.

Teman waktu itu bilang “menurutmu yang mana pada umumnya lebih aman disimpan: file soft copy atau hard copy?” Langsung dia lanjut bilang “pasti hard copy kan?!” Dan saya tidak bisa sanggah itu karena saya masih bagian dari generasi yang suka nge-print. Tapi saya lupa sanggah balik bilang “seberapa banyak file pekerjaan yang kamu print, dan seberapa banyak yang kamu cukup simpan dalam bentuk soft copy di harddisk komputer atau di flash drive atau di external harddisk atau di server?” Hahaha.

Tidak bisa dipungkiri kalau dokumen seperti akta atau surat-surat penting yang memerlukan bukti legal, semuanya masih perlu disimpan dalam bemtuk hard copy di atas kertas. Tapi sekali lagi zaman sekarang sih sistem e-document masih baru mulai. Nanti pasti ga perlu lagi, semua data sudah tersimpan dan akan hanya butuh pengenalan sidik jari atau mata atau anggota tubuh lain untuk tampilkan itu di komputer orang atau instansi atau lembaga yang meminta untuk melihatnya.

Ada lagi yang masih akan butuh kertas: artwork atau benda yang dibuat dengan kesadaran akan seni. Misalnya orang masih akan buat origami, atau ornamen dari kertas. Juga misalnya wadah makanan atau minuman yang terbuat dari kertas, itu masih akan dibutuhkan walaupun nantinya akan hanya butuh industri rumahan untuk penuhi permintaan.

Sekarang pertanyaannya apakah yang mungkin akan menggantikan peran kertas itu? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, apabila komputer masih dipergunakan, mungkin sistem penyimpanan soft copy file akan semakin dipermudah dan dibuat seringkas atau sekecil mungkin. Kedua, teknologi firtual reality akan makin berkembang. Tulisan atau gambar akan bisa tampil di ruang udara. Ketiga, mungkin ga perlu ada file tulisan atau gambar lagi. Manusia akan memiliki efektifitas penyimpanan memori yang luar biasa (sekarang mungkin dianggap luar biasa) sehingga tidak perlu foto atau tulisan untuk dilihat atau dibaca untuk kembali mengingatnya. Gimana kalau mau sharing ingatan itu? Ya cukup ‘tatap mataku, sentuh tanganku dan rasakan memorinya’ hahaha. Dan ada lagi kemungkinan cara-cara yang saya belum bisa prediksi sekarang.

Salam,

Mikha, 14 Januari, jam 23:15 WITA, masih di Balikpapan.