Baru sejak tiga hari belakangan misteri ini terungkap bagi saya. Ga ada yang beritahu, seperti pop up sendiri dari kepala. Eh salah, itu muncul sendiri waktu lagi serius nonton acara Ancient Astronaut di History Channel. Seperti mata rantai misteri yang tiba-tiba terhubung karena bantuan channel no 24 di TV kabel itu.

Awalnya saya heran aja kenapa orang-orang purba di situs peninggalan mereka selalu buat rupa manusia dalam bentuk yang aneh. Ada yang kurus dengan leher panjang, kepala hewan, muka dengan proporsi aneh, dsb. Padahal kalau dianalisa, teknologi mereka sudah maju untuk ukuran zaman itu. Tapi kenapa? Ga sanggup bikin yang realis? Senimannya kurang mupuni? Atau sistim kebut aja kerjanya? Atau mereka pada sengaja bikin supaya aneh, kalau mau disamakan seperti kartun zaman sekarang ada yang model manga, atau kartun model punya Cartoon Network, atau kartun gaya Marvel? Bisa saja sih. Tapi menurutku ada alasan yang lebih masuk akal.

Ada beberapa analogi untuk sampaikan itu. Pertama seperti cara pandang manusia terhadap sesuatu dari saat bayi sampai dewasa. Kalau anak umur 3 tahun disuruh menggambar manusia dijamin pasti akan kacau, beda dibanding kalau dia sudah 30 tahun. Tapi analogi ini mungkin ada kelemahannya yaitu seniman purba kemungkinan besar bukan anak kecil, jadi seharusnya gambar manusia yang ia buat lebih realistis.

Analogi kedua seperti anak tamatan SMA yang masuk kuliah arsitektur sampai selesai. Cara pandangnya akan deasain bangunan saat baru masuk dan saat telah lulus pasti beda. Begitu juga cara dia menggambar denah bangunan terutama, pasti jauh beda. Ada istilahnya practice, experience and time make perfect. Tapi analogi ini ada kelemahannya, seniman purba pastilah sudah lama latihan sampai ia terpilih untuk membuat karyanya.

Analogi ketiga, yang ini adalah menurutku analogi paling mewakili alasannya. Seperti perbandingan modern di era tahun 1960-an dan modern di era sekarang. Jauh beda kan? Desain mobil modern di zaman 60-an dan zaman sekarang beda kan? Otak manusia berevolusi dalam berpersepsi. Mungkin di zaman purba kalau menggambarkan manusia dengan garis lurus dan lingkaran sebagai kepala mungkin sudah nampak seperti manusia, karena otak mereka berpersepsi demikian. Kenapa bisa? Ya karena belum pernah ada yang lebih mutakhir tuk gambarkan itu sebelumnya. Nah, saat ada satu individu memulai ‘gerakan’ penggambaran manusia dengan model yang lebih realistis, maka otak manusia akan belajar berpersepsi demikian. Otak manusia-manusia lain akan terhasut untuk perpersepsi demikian, maka jadilah itu sebagai persepsi massal. Intinya tetap practice makes perfect.

Saya mau bilang bahwa belum tentu tubuh kita persis seperti apa yang kita gambarkan saat sekarang ini. Belum tentu apa yang kita lihat di cermin adalah bentuk.asli tubuh kita. Bisa saja itu hanyalah persepsi otak manusia yang umumnya di waktu sekarang ini. Semua tergantung bagaimana otak kita mengolah informasi. Bisa saja saat otak manusia sudah lebih berkembang, lebih bisa menerjemahkan apa yang ditangkap oleh indera kita, maka bentuk tubuh kita yang sebenarnya akan makin berubah dan tidak lagi nampak dan digambarkan seperti sekarang ini.

Balikpapan, 30 Oktober 2015